Rektor UIN Madura membuka FGD Dokumen SPMI, Sosialisasi SAPTO 2.0, dan Penyelarasan Kurikulum OBE di HARRIS Hotel and Conventions Malang
- Diposting Oleh Admin Web LPM
- Jumat, 6 Februari 2026
- Dilihat 5 Kali
MALANG – Dalam upaya meningkatkan standar kualitas akademik dan kelembagaan, Lembaga Penjaminan Mutu Universitas Islam Negeri Madura menyelenggarakan kegiatan strategis berupa Focus Group Discussion Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal , Sosialisasi SAPTO 2.0, serta Penyelarasan Kurikulum Outcome Based Education (OBE).
Acara ini berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 6 hingga 8 Februari 2026, bertempat di HARRIS Hotel and Convention Malang.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh pimpinan teras universitas, antara lain Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, M.Pd.; Wakil Rektor 1 Bidang Akademik, Prof. Dr. Maimun, M.H.I.; Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Prof. Dr. Mohammad Ali Al-Humaidy, M.Si.; Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Atiqullah, S.Ag., M.Pd.; serta Wakil Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. H. Rudy Haryanto, S.ST., M.M.
Turut hadir pula jajaran Dekanat Fakultas, Ketua Program Studi (Kaprodi) di seluruh lingkungan UIN Madura, para Kepala Sub Bagian (Kasubag), seluruh Gugus Penjamin Mutu (GPM), Unit Penjamin Mutu (UPM), serta tim lengkap LPM UIN Madura.
Respons atas Temuan ISO dan Penguatan Mutu
Ketua LPM UIN Madura, Dr. Mulyadi, S.S., M.Pd., dalam laporannya menegaskan urgensi kegiatan ini sebagai langkah konkret evaluasi kelembagaan.
"Kegiatan ini sangat penting untuk kita lakukan guna mengoreksi dan mengevaluasi bersama, mengingat ini sebenarnya adalah tagihan ISO yang menjadi temuan tahun 2025 yang lalu," ujar Dr. Mulyadi.
Ia juga mengapresiasi komitmen para peserta yang hadir. "Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak/Ibu ke acara ini, dan meski ada sebagian yang berhalangan hadir, masih tetap semangat untuk membersamai kami," imbuhnya.
Membangun Ekosistem Mutu Berbasis Taneyan Lanjhang
Sementara itu, Rektor UIN Madura, Dr. Saiful Hadi, M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun ekosistem jaminan mutu yang kokoh sebagai landasan kerja LPM. Ia meminta masukan deskriptif yang kuat dari seluruh peserta untuk mempertajam arah kebijakan mutu kampus.
Rektor memaparkan tiga elemen dasar yang menjadi fondasi pengembangan UIN Madura:
Visi Kebangsaan dan Asta Cita:
UIN Madura harus selaras dengan cita-cita pembangunan Republik Indonesia, khususnya dalam mewujudkan Asta Cita pemerintah untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu dan berkualitas.
Identitas PTKIN:
Sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, nalar berpikir UIN Madura harus berlandaskan nilai-nilai Kementerian Agama.
"Mandat ilmu keislaman wajib diintegrasikan dalam karakter dengan identitas Perguruan Tinggi, bahwa integrasi keilmuan itu melingkupi semua aspek, baik pengetahuan, pemahaman, perilaku, atau sikap," tegas Rektor.
Filosofi Taneyan Lanjhang:
Rektor menekankan bahwa jargon Taneyan Lanjhang tidak boleh berhenti sebatas simbol identitas spiritual dan filosofi semata.
Harapannya, “Taneyan Lanjhang menjadi tata nilai, sikap, dan bentuk perilaku akademis yang diintegrasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan kampus maupun dunia sosial kemasyarakatan," tambahnya.
Menutup sambutannya, Rektor berharap hasil FGD ini mampu melahirkan rekomendasi konstruktif demi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan UIN Madura di masa depan. (Whd).