Alamat

Jl. Raya Panglegur KM.4 Pamekasan

Telp./WA

(0324) 6-1234-33

Email

lpm@iainmadura.ac.id

Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE), Kunci Perguruan Tinggi Islam dalam Persaingan Global

  • Diposting Oleh Admin Web LPM
  • Rabu, 29 November 2023
  • Bagikan ke

Oleh: Dr. Nurul Hadi, M.Pd.*

Saat ini, perguruan tinggi di Indonesia tengah menghadapi tantangan globalisasi dan persaingan yang ketat. Kemajuan teknologi dan transformasi revolusi industri 4.0 berlangsung sangat cepat. Perguruan tinggi dituntut untuk dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan daya saing tinggi dalam skala global.

Dalam konteks ini, kurikulum berbasis capaian pembelajaran (Outcome Based Education/OBE) menjadi keniscayaan bagi perguruan tinggi di Indonesia, tak terkecuali perguruan tinggi Islam. Dengan OBE, proses pembelajaran berfokus pada capaian pembelajaran (learning outcomes) yang diharapkan dari mahasiswa setelah menyelesaikan suatu mata kuliah, semester, atau program studi.

Capaian pembelajaran dalam permendikbudristek yang baru nomor 53 tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu mencakup empat aspek, yaitu 1. Aspek ilmu pengetahuan dan teknologi, 2. Kecakapan umum, 3. keterampilan di dunia kerja, dan 4. Pembelajaran sepanjang hayat (long life learning). Capaian pembelajaran ini sedikit berbeda dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menyebutkan bahwa CP Perguruan Tinggi harus mencakup: sikap, pengetahuan, dan keterampilan umum dan keterampilan khusus.

Penerapan OBE memungkinkan pengembangan kurikulum yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan zaman. Silabus dan bahan ajar dapat disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan industri tanpa harus mengubah capaian pembelajaran yang ditetapkan. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi Islam akan memiliki kompetensi aktual yang dibutuhkan industri dan masyarakat global.

Selain itu, OBE mendorong peran aktif mahasiswa dalam proses pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya menerima transfer pengetahuan dari dosen, tapi aktif membangun pemahamannya sendiri untuk mencapai kompetensi yang ditargetkan. Hal ini sejalan dengan konsep ta’lim dalam pendidikan Islam yang menekankan aktivitas belajar mandiri.

Lebih jauh, implementasi OBE di perguruan tinggi Islam akan menghasilkan lulusan Muslim yang kompeten dan berdaya saing global, namun tetap memiliki akhlakul karimah. Lulusan yang mampu memberi manfaat luas bagi umat dan bangsa dengan ilmu dan teknologi terkini, tanpa meninggalkan nilai-nilai Islami.

Mengingat tantangan dan manfaat di atas, kurikulum OBE mutlak diperlukan perguruan tinggi Islam. Dengan merancang capaian pembelajaran yang tepat dan pendekatan pembelajaran yang efektif, perguruan tinggi Islam dapat tetap eksis dan menghasilkan lulusan berkualitas di era globalisasi.

* Kepala Pusat Pengembangan Mutu Akademik LPM IAIN Madura